twitter


London - Kabar kepindahan Cesc Fabregas ke Barcelona semakin santer terdengar. Arsenal pun "disalahkan" akibat keinginan hengkang si pemain. Andai The Gunners tak sepi trofi, Fabregas pasti tak ingin pindah.

Demikianlah pendapat yang dituarakan oleh Perry Groves, mantan pemain Arsenal yang bermain dalam kurun waktu 1986-1992. Groves menyoroti hampa gelarnya Arsenal dalam lima tahun terakhir.

Groves menyebut, Fabregas tak tertarik dengan segala uang atau tawaran menggiurkan lainnya. Yang diinginkan oleh gelandang asal Spanyol itu adalah trofi juara, dan itulah kekurangan Arsenal dibandingkan Barcelona.

"Saya tak terkejut karena melihat Arsenal tidak memenangi apa pun tahun ini dan itulah yang membuatnya ingin hengkang. Dia tengah menuju puncak dalam karirnya, dia sudah memiliki pengaruh dalam sepakbola Eropa, tetapi ia tak memenangi apa pun dalam lima tahun terakhir," tukas Groves di ESPN Star.

"Cesc tak mempedulikan uang, tapi ini masalah ambisi. Ini semua masalah trofi. Dia bisa melihat Arsenal tertinggal dari Manchester United dan Chelsea, dan Arsene Wenger butuh empat pemain baru musim panas nanti."

"Barcelona sudah memenangi beberapa trofi dan Cesc ingin mengisi lemari trofinya. Saya pikir, dia tak akan mempedulikan Barcelona jika Arsenal sudah memenangi beberapa gelar," tandas Groves.

Sejauh ini, Arsenal tetap bersikukuh untuk mempertahankan kaptennya itu. 'Tim Gudang Peluru' bahkan dikabarkan Daily Mail meninggikan harga Fabregas hingga 80 juta pounds.


Manchester - Performa pas-pasan Dimitar Berbatov musim lalu ternyata masih dipandang positif oleh Sir Alex Ferguson. Posisinya di skuad Manchester United pun aman. Berba, seperti dinyatakan Fergie, takkan dijual.

Dengan catatan 12 gol dalam semusim, Berbatov memang tampak timpang jika dibandingkan dengan Wayne Rooney. Nama terakhir sendirian menjadi penyumbang gol utama MU dengan catatan 34 gol semusim.

Tak heran jika kemudian Rooney meminta tandem yang lebih super untuk menemaninya musim depan. Alasan Rooney masuk akal jika melihat ketergantungan 'Setan Merah' terhadapnya musim ini. Imbasnya, ketika dia absen, MU pun kehilangan greget di lini depan.

Masalahnya, jika The Red Devils jadi mendatangkan penyerang top, ada kemungkinan posisi Berbatov bakal tergusur. Pemain yang dibeli dengan harga 30 juta pounds (sekitar Rp 401 miliar) dari Tottenham Hotspur itu diisukan bakal dilego.

Namun demikian, kabar tersebut dibantah oleh Fergie. Dia menyebut, sorotan media terhadap pemain asal Bulgaria itu adalah hal yang biasa dan pihak klub sudah terbiasa menghadapinya.

"Tidak, dia tak akan dijual," tegas pelatih asal Skotlandia itu kepada The Mirror.

"Manchester United memang memiliki masalah dalam hal ekspektasi dan sorotan dari media. Selalu ada spekulasi setiap tahunnya dan kami terbiasa hidup dengan hal semacam itu."

"Kami tahu bahwa Dimitar adalah pemain yang bagus dan dia akan tetap bersama kami musim depan," tandasnya.


Jakarta - Dua seri awal MotoGP musim ini menjadi milik pembalap dari tim Yamaha. Mengingat mereka juga punya catatan bagus di Le Mans, mungkinkah seri ketiga ini juga menjadi milik mereka?

Ketika Valentino Rossi tampil sebagai juara pada seri pembuka di Qatar, Jorge Lorenzo tampil sebagai runner-up. Kala itu Rossi tampil sebagai juara dengan selisih hingga satu detik atas Lorenzo.

Pada seri berikutnya, di Spanyol, giliran Lorenzo yang tampil sebagai juara. Hanya saja, yang tampil sebagai runner-up bukan Rossi, melainkan Dani Pedrosa. The Doctor mengakhiri balapan di Sirkuit Jerez ini di posisi tiga.

Hasil dari dua seri tersebut kini menempatkan Lorenzo di posisi teratas klasemen pembalap. Ia mengoleksi 45 poin atau unggul empat angka atas Rossi yang ada di urutan dua.

Bagaimana dengan hasil di Sirkuit Le Mans akhir pekan ini? Masihkah Rossi atau Lorenzo tampil dominan? Yang jelas keduanya punya catatan bagus di sana.

Rossi tampil sebagai juara di sana pada tahun 2008, sementara Lorenzo di tahun 2009. Itu artinya dalam dua tahun terakhir MotoGP Prancis selalu menjadi milik pembalap asal tim Yamaha.

Rossi sendiri juga punya catatan bagus. Dalam delapan tahun perhelatan di Le Mans, pembalap asal Italia ini tiga kali tampil sebagai juara, yang mana rekor terbanyak dalam delapan tahun terakhir.

Namun demikian, balapan tahun lalu tak berakhir baik bagi Rossi. Ia hanya finis di urutan 16 atau posisi paling buncit.


Sumber : http://www.detiksport.com/read/2010/05/20/183925/1361088/81/milik-rider-yamaha-lagi?query-string


Jakarta - Ducati mengonfirmasi kalau mereka sempat melakukan pendekatan pada manajemen Jorge Lorenzo. Tapi sang pembalap ternyata terlajur jatuh hati pada Yamaha dan berharap segera dapat kontrak baru.

Formasi tim untuk musim 2011 sudah jadi perbincangan hangat bahkan sejak awal musim 2010 ini. Dengan Casey Stoner diisukan bakal hijrah ke Repsol Honda, posisi pembalap Ducati dikabarkan akan diisi oleh salah satu dari Valentino Rossi atau Jorge Lorenzo.

Kebetulan Rossi dan Lorenzo memang terlibat rivalitas yang sangat sengit di Fiat Yamaha. The Doctor bahkan sempat mewanti-wanti timnya untuk memilih mempertahankan dirinya atau Lorenzo musim depan.

Dalam perkembangannya, Ducati ternyata melakukan pendekatan pada Lorenzo. Dalam wawancaranya dengan MCN pekan ini, bos Ducati, Filippo Preziosi, mengonfirmasi pendekatan yang dilakukan pada Lorenzo.

Namu lagi-lagi pembalap Spanyol itu menyatakan keengganannya meninggalkan Fiat Yamaha. Seperti sempat dia utarakan beberapa waktu lalu, bertahan di Yamaha musim depan masih jadi target yang terus dikejar.

"Feeling terhadap tim ini masih sama dengan tahun lalu dan benar-benar bagus. Suasana tim fantastis dan motornya sangat kompetitif. Mereka bekerja untuk membuatnya kompetitif dan pilihan pertama saya selalu Yamaha. Tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi," seru Lorenzo di MCN.

"Yamaha memberi saya kesempatan untuk menjadi pembalap resmi bahkan sebelum saya bisa menjuarai kelas 250 cc," lanjut rider 23 tahun itu.